Kamis, 08 November 2012

pindah domisili

pindah domisili...
sudah hampir 3 bulan saya meninggalkan kota kelahiran saya Depok Jawa Barat. meninggalkan banyak kenangan dan teman-teman dekat saya.
begitu rumit ternyata menempuh pemindahan domisili saya ini.
oya, pemindahan domisili saya dikarenakan saya kuliah di luar kota. banyak sebenarnya yang saya korbankan dari fisik hingga batin untuk jauh dari semua keluarga dan teman-teman saya.
kota yang saya pilih untuk kota kedua saya yaitu kota Yogyakarta. ya, yogyakarta.. yogyakarta tidak asing lagi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berlibur dikota satu ini.
selain karna kota wisata, yogya memang memberikan nuansa berbeda untuk para pelajar khususnya mahasiswa yang bersekolah disini. mudah-mudahan kebetahan saya disini bisa tahan sampai 4 tahun kedepan. saya yakin mereka yang saya tinggalkan menuntut ilmu selalu mendoakan yang terbaik buat saya dan masa depan saya. AMIN
saya disini dikota orang hidup sendiri meskipun sebenarnya banyak sanak family yang tinggal di kota ini juga tapi bagaimana pun saya harus bisa hidup mandiri.
sudah banyak yang saya korbankan, oleh karna itu saya tidak mau untuk menghancurkan dan menyia-nyiakan pengorbanan yang telah saya korbankan.
doakan saya disini... lihat saya 4 tahun kedepan setelah lulus saya akan mengabdi ilmu yang telah saya dapatkan dikota ini. jurnalis dan penulis buku. AMIN

Selasa, 14 Agustus 2012

ada cerita dibalik 12 tahun bareng dia

"Mba Rina mba rina", kataku. Ga berasa, udah 12 tahun bareng sama temen yang tau jeleknya aku, bagusnya aku dan segalanya tentang aku *tp kayanya banyak jeleknya mihihihhiii*

mba rina ga pernah bosen sama aku looh.. hebat kan :D itu yang pernah aku tanya sama dia dan jawabannya ga pernah bosen !! Senaaannggg

aku sama mba rina 1 SD, rumah deket bangeeeett nget nget, les bareeeng, apa-apa berdua deh. Inget banget kalau bayar angkot jaman SD Rp1000 berdua wahaaha waktu itu malah pernah, aku lupa bawa uang pas les nah mba rina uangnya cuma ada 700,- kembalian beli pensil, yaudah deh mau ga mau bayar angkot pake duit 700 perak-__- untungnya abang angkot ga tau, kalau tau mah diomelin pasti deh :( haff. kejadian lucu lain pas lebaran taun 2006, aku sama dia tukeran kartu ucapan lebaran, padahal mah rumah deket banget. berdua jalan panas-panas, hari terahir puasa jalan kekantor pos, buat kirim itu kartu ucapan ahahahaha dasar anak kecil pikirannya main-main mulu:D

Nah pas lulus SD, kita mencar. mba rina dapet diSMP Negri, kalau aku lanjut diswasta tepatnya si diSMPIT,  see karna keharusan dan peraturan, aku SMP pake kerudung loooh wkwkwwk.

karna misah sekolah, aku sama mba rina jarang ketemu walaupun rumah kita deket.  mungkin karna beda jam pulang sekolahnya. eeh ga disangka-sangka, naik kelas 8 aku les privat dan ternyata mba rina juga les disituuu... weleeeh senangnyaa

pas ketemu lagi sama mba rina, langsung aku repeat the story. hmm tapi berhubung mba rina tuh rada-rada pelupa, jadi yaa ada yang dia inget dan banyak yang dia lupa. udah hal biasa kalau mba rina lupa hheehehe *piss mba*

SMP beda sekolah, tapi les mah bareng lagi berdua. ga tanggung-tanggung bareng les jaman SMP sampe 2 tahun bareng dia. lulus SMP, mulai lagi deh ribet sendiri-sendiri nyari SMA.

Aku sama mba rina tuh beda banget. jauuuuh sangat beda. dari sifat, perilaku, tinggi badan, otak *dikit bedanya*, pilihan universitas dan kesukaan. sifat mba rina tuh,kalem ga cerewet dingin dan banyak lagi *saya lupaaa. perilaku dia juga beda banget sama aku, aku mah ya kaya belatung nangkaa ga bisa diem nah dia kan pendiem begete. terus aku cerewet dia sama sekali gaaa. hadeeeh banyak deh bedanya.

aku akuin dia tuh temen yang selalu ada ga cuma aku lagi seneng. aku lagi nangis, emosi, pokoke aku lagi pancaroba deh, dia ga pernah absen ngeluh dengerin curhatan akuuu :')

sambil nyari-nyari SMA negri aku udah punya cadangan SMA swasta, ikutin maunya mama. ternyata aku ga dapet SMA Negri nya :(haff eeh ternyata kejadian aku itu, dialami juga sama mba rinaaaa.. pas mentok diswasta liat pengumuman aku lolos tes diSMA swasta itu, untuk dan yang keberapa kalinya mba rina juga lolos diSMA swasta itu juga... seneng banget pas tau kalau aku bareng sama mba rinaaa  lagiii...

mungkin emang udah jodoh aku sama mba rina always bareng.. dan allah nunjukin temen terbaik akuuu :) hehee aga lebay

ahirnya aku sama mba rina satu SMA.. dan satu tempat les lagiiii... ya allah mba rina emang baik dan paling baik :') hmm herannya pas jaman SMA aku sama mba rina tuh ga pernah sekelas bareng :( tapi ga apa-apa tetep seneng  lah aku ini :D

SMA kelar, mulai lagi deh aku sama mba rina mencar cari univ.negri. seperti yang tadi aku bilang, kalau perbedaan aku sama mba rina salah satunya terletak dipilihan argument. universitas.
aku tuh sengaja milih universitas diluar dari daerah ku sendiri, sedangkan mba riina ga ada pikiran buat kuliah diluar kota jakarta. tuh beda lagi kan?? hehee
banyak faktor yang melandasi keinginan ku itu. salah satunya karna aku pengen cari suasana baru dan termotivasi sama tulisan dibuku 5 Menara "tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang". hmm walaupun aku baru luar daerah tapi itu kalimat jadi motivasi aku untuk melanjutkan, setelah menaklukan daerah baru insyaallah bisa naklukin negri. AMIN :D *aku bermunajad pada NYA.

nah karna perbedaan pemikiran itulah, kita ga bisa 1 tempat kuliah. aku tetep keukeh sama presepsi dan keinginan ku itu, begitu juga sama dengan mba rina. ahirnya sekarang, aku sudah terdaftar menjadi mahasiswi di sekolah tinggi multimedia di Yogyakarta, dan mba rina pun juga sudah terdaftar menjadi mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Jakarta. walau aku sama mba rina terpisah untuk sementara, untuk mengejar semua impian dan menjalani semua presepsi pikiran kita masing-masing tapi 4tahun bukan waktu yang lama, kita lanjut cerita nanti lagi setelah berjalan waktu 4tahun kemudian aku dan mba rina pisah untuk sementara waktu :')

sayang mba rina dan merasa beruntung punya sahabat yang ada disini nih * hati * kita insyaallah akan membawa perubahan lebih baik mba dan mendapatkan hak kesuksesan bersama walau jalan ilmu yang kita tempuh berbeda :D

Senin, 09 Juli 2012

-_______-


bibir ku tertutup rapat saat semua masalah ini ku rasakan
masalah yang membebani ku selama aku harus bisa menerima kenyataan
kenyataan yang begitu pahit yang ku rasakan
senyuman yang ku berikan untuk kalian hanya sebuah senyum palsu
tawa yang ku keluarkan hanya sebuah pengganti air mata ku  yang tak sanggup untuk menahan ini sendiri
dingin rasanya jiwa ini
adakah yang bisa mencairkan jiwa yang dingin ini??
mencari sebuah kebahagian yang ingin ku rasakan
pagi yang dingin menusuk kulit ku
siang berganti sore lalu menjemput malam
dimana saat malam tiba air mata ku mengalir deras dipipi ku
ingin rasanya lari dari kenyataan yang pahit ini
sungguh ku tak bisa menutupi semua kemunafikan ini
kemunafikan yang hanya diriku yang mengetahuinya
harus kah bibir ku membuka semua kemunafikan ini??

Ibuku Seorang Wanita Karir

Hmmmm memang tidak salah menjadi wanita karir. Dizaman yang sudah maju seperti saat ini, emansipasi wanita terus terkuak dan tuntutan ekonomi didalam keluarga yang terus menerus bertambah tidak hanya menjadikan "laki-laki" atau "bapak" yang menjadi tulang punggung keluarga melainkan juga "perempuan" atau "ibu" yang dapat menjadi tulang punggung yang kedua didalam keluarga.
Tak kupungkiri, aku perempuan remaja dan kelak aku ingin bekerja seperti ibuku.
Setiap hari aku hanya berteman dengan semua fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Ibuku yang nyaris setiap minggu keluar kota untuk pekerjaannya, seperti melalaikan kewajiban utamanya sebagai seorang "ibu". Dari kecil memang aku sudah terbiasa ditinggal orang tua ku bekerja keluar kota apalagi oleh sang ibu, tapi dengan seiring nya waktu dan pertumbuhan fisik dan psikis ku sekarang yang sudah menjadi remaja aku merasa kalau hubunganku semakin menjauh dengan ibuku. Entah bagaimana aku dapat mengkonotasikan pikiran ku yang negatif tersebut kepada sang ibunda. Mungkin karna aku takut rasa yang terus menerus menjadi beban didalam diriku ini akan bertahan sampai suatu saat nanti ibuku full dirumah dan tidak bekerja lagi (pensiun). Aku tidak benci dengannya, aku hanya menuntut kasih sayang dan kenyamanan yang seharusnya iya berikan pada seorang remaja seperti diriku ini.
Sampai saat ini, sampai ku menginjak umur 18 tahun, aku menjadi anak yang tidak terbuka dalam berbagai masalah yang aku alami seperti pertemanan, kehidupan sampai soal percintaan. Tak pernah secuil pun aku mengutarakan segala macam kecamuk kepada ibu. Karna yang ada difikiran ku hanya ketidakpedulian sang ibu yang sudah terus menerus membuatku tidak nyaman dengan beliau.
Tapi aku bersyukur walau ibuku sering tidak ada dirumah untuk menjaga dan mengurus ku, aku masih mempunyai nenek yang menggantikan pososisi ibu dirumah dan aku pun sangat sayaaaaaaaannngggg beliau sampai-sampai aku suka mensugestikan fikiranku bahwa wanita yang paling berjasa dalam hidupku adalah nenekku, kemudian baru ibuku. Memang sepertinya aku salah jika aku mensugestikan seperti itu tapi keadaan ku ini yang membuat aku bisa berfikir seperti itu.
Aku yakin, bukan hanya aku yang bernasib seperti ini. Banyak anak-anak lain diluar sana yang ditinggal ibunya bekerja dan hanya diurus oleh mbanya (pembantu), atau neneknya seperti aku ini.
Ini semua akan menjadi goresan luka mental yang akan terus menyeruak hingga saatnya nanti aku juga akan menjadi seorang ibu. Tapi aku berjanji, insyaallah walau aku bekerja dan menjadi wanita karir aku tak ingin melewatkan setiap fase anakku kelak tumbuh dan membutuhkan kenyamanan untuk menyerukan segala macam persoalannya kepada aku, sang ibunya. Insyaallah :')