bibir ku tertutup rapat saat semua masalah ini ku rasakan
masalah yang membebani ku selama aku harus bisa menerima kenyataan
kenyataan yang begitu pahit yang ku rasakan
senyuman yang ku berikan untuk kalian hanya sebuah senyum palsu
tawa yang ku keluarkan hanya sebuah pengganti air mata ku yang tak sanggup untuk menahan ini sendiri
dingin rasanya jiwa ini
masalah yang membebani ku selama aku harus bisa menerima kenyataan
kenyataan yang begitu pahit yang ku rasakan
senyuman yang ku berikan untuk kalian hanya sebuah senyum palsu
tawa yang ku keluarkan hanya sebuah pengganti air mata ku yang tak sanggup untuk menahan ini sendiri
dingin rasanya jiwa ini
adakah yang bisa mencairkan jiwa yang dingin ini??
mencari sebuah kebahagian yang ingin ku rasakan
pagi yang dingin menusuk kulit ku
siang berganti sore lalu menjemput malam
dimana saat malam tiba air mata ku mengalir deras dipipi ku
ingin rasanya lari dari kenyataan yang pahit ini
sungguh ku tak bisa menutupi semua kemunafikan ini
kemunafikan yang hanya diriku yang mengetahuinya
harus kah bibir ku membuka semua kemunafikan ini??
mencari sebuah kebahagian yang ingin ku rasakan
pagi yang dingin menusuk kulit ku
siang berganti sore lalu menjemput malam
dimana saat malam tiba air mata ku mengalir deras dipipi ku
ingin rasanya lari dari kenyataan yang pahit ini
sungguh ku tak bisa menutupi semua kemunafikan ini
kemunafikan yang hanya diriku yang mengetahuinya
harus kah bibir ku membuka semua kemunafikan ini??